Setiap Malam

Setiap malam hanya menjadi malam yang panjang. Hanya aku, kursi, tangga, dan sebuah lagu, tak ada yang lain. 

Setiap malam hanya menjadi malam malam sepi. Hanya aku, kaus kaki, sepatu, dan sebuah lagu. Tak ada yang lain. 

Sepi, sepi, sepi. Tak ada yang lain. 

Tiap malam, kadang aku menjadi kosong, hilang entah ke mana, entah ingin apa, tak tahu mau jadi apa. 

Perasaan sedih, sepi, dan sunyi selalu menemani. Hanya lagu lagu yang menemani, kadang aku bingung, untuk apa aku terus menjalani hari-hari. Mungkinkah ada harapan untuk hari esok? Entah, aku tak tahu, sungguh tidak tahu. 

Waktu terus berjalan, berjalan, berjalan. Meninggalkan kita semua, yang terseok seok di belakang, tanpa bisa mengejarnya. Mungkinkah aku masih layak untuk terus hidup di masa depan? Entah, aku tak tahu, sungguh tidak tahu.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Rock lee dan kerja keras

review film dua garis biru

mencoba merelakan dan orang baru akan selalu ada