Postingan

Menampilkan postingan dengan label Pupuisian

Setiap Malam

Setiap malam hanya menjadi malam yang panjang. Hanya aku, kursi, tangga, dan sebuah lagu, tak ada yang lain.  Setiap malam hanya menjadi malam malam sepi. Hanya aku, kaus kaki, sepatu, dan sebuah lagu. Tak ada yang lain.  Sepi, sepi, sepi. Tak ada yang lain.  Tiap malam, kadang aku menjadi kosong, hilang entah ke mana, entah ingin apa, tak tahu mau jadi apa.  Perasaan sedih, sepi, dan sunyi selalu menemani. Hanya lagu lagu yang menemani, kadang aku bingung, untuk apa aku terus menjalani hari-hari. Mungkinkah ada harapan untuk hari esok? Entah, aku tak tahu, sungguh tidak tahu.  Waktu terus berjalan, berjalan, berjalan. Meninggalkan kita semua, yang terseok seok di belakang, tanpa bisa mengejarnya. Mungkinkah aku masih layak untuk terus hidup di masa depan? Entah, aku tak tahu, sungguh tidak tahu.

Keempat

Siapa ? Hei nona ! Siapa yang menabur gula di wajahmu ? Tolong beritahu aku ! Ayahmukah atau ibumu ? Tolong beritahu aku ! Kenapa kau begitu manis? Cepat beritahu aku. Bisakah aku memilikimu ? Jember, 7 maret 2019 M Faisal Fikri Ditulis saat hujan.

Ketiga

Sekat dan kamu Embun pagi ini begitu pekat Kau dan aku masih saja berjarak Dalam sekat - sekat yang kau buat Tolong, jangan buat sekat sebegitu kuat Izinkan ku hadir, tuk hancurkan sekat Sekat - sekat yang kau buat Maukah kau nona? 

Mati setengah lalu hilang dan tak kembali

                       Mati Lalu Hilang Wahai puan tanpa rasa Sanggupkah kau terus seperti itu Terus bersikap seperti itu ? Sanggupkah? Disini ada seseorang dengan rasa yang belum bisa hilang Tolong kembalikan hatiku yang tertinggal di tempatmu. Tolong kembalikan ! Aku tak bisa terus seperti ini. Tolonglah puan.

Bulan Juli

                               Juli Dan di bulan juli Satu ikatan telah putus 2 orang yang terluka Dan semua angan hanya mimpi Semua kenangan sudah hilang Hanya ada 2 pecundang. Bogor 3 agustus 2018 M. Faisal Fikri